Social Icons

Pages

Senin, 30 Desember 2013

Sultan Sulu Saya Adalah Sultan Termiskin di Dunia

   Khamis, 07 Mac 2013
Foto : Sultan Sulu Jamalul Kiram III (AP)
Foto : Sultan Sulu Jamalul Kiram III (AP)
MANILA -Sultan Sulu Jamalul Kiram III memang berbeda jika dibanding raja-raja lain yang memimpin negara Islam di dunia ini. Istana Kiram hanyalah rumah bertingkat dua di Kota Manila, Filipina, dan Kiram pun mengaku dirinya adalah sultan termiskin di dunia.

Lahir di Sulu pada 1938 silam, Kiram merupakan seorang pemimpin yang cukup disayangi dan penggemar sukan tenis. Tanpa disedari, Sultan Sulu itu pernah bekerja sebagai penyiar radio di salah satu stesyen radio.

Lelaki itu khabarnya mencalonkan diri sebagai seorang senator pada 2007 silam melalui dukungan mantan Presiden Gloria Macapagal Arroyo. Namun keberuntungan tidak berpihak pada Kiram. Kiram justru gagal, hartanya pun habis kerana kempen pemilihan tersebut.

"Saya adalah sultan termiskin di dunia ini," ujar sultan berusia 74 tahun itu, seperti dikutip Associated Press, Khamis (7/3/2013).

Puteri Kiram, Jaycel, juga ikut menceritakan bagaimana masa kecilnya. Jaycel sendiri mengaku pernah terkejut ketika mendengar khabar bahawa dirinya adalah seorang puteri raja sebenar.

"Ketika saya masih kecil, saya kira nama Puteri adalah nama depan saya. Seorang puteri (raja) umumnya mengenakan mahkota, memiliki istana, dan kereta kuda," ujar Jaycel Kiram yang saat ini berusia 35 tahun.

Salah satu hal yang menunjukan kejayaan Kiram saat ini hanyalah titel sultan yang ada di depan nama panjangnya. Selain itu, Kiram tidak memiliki apapun, selain loyalis-loyalisnya yang saat ini menduduki Sabah.

Kesihatan Kiram saat ini juga mulai makin buruk, lelaki itu menderita gagal ginjal dan penyakit jantung. Kiram juga sukar untuk berbicara. Biaya perawatan sang sultan itu ternyata cukup mahal, keluarga Kiram dikhabarkan lupa membayar pajak rumah.

Di masa muda, Kiram mengaku sering berkunjung ke Sabah. Ketika berada di wilayah itu, Kiram merasa seperti berada di kampung halamannya sendiri.

Sabah dan Sulu dipisahkan oleh sebuah selat di Laut Sulu. Perjalanan dari Sabah ke Sulu juga hanya memakan waktu 30 minit bila menggunakan kapal. Dua wilayah itu memiliki banyak kesamaan, warga-warga dari Sulu maupun Sabah juga saling mengunjungi.

Selama ini, Kesultanan Sulu ingin melihat Pemerintah Filipina mengklaim kembali wilayah Sabah. Menurut Kiram, klaim itu penting kerana banyak pengikut Kesultanan Sulu yang diburu oleh polis  Malaysia di Sabah. Kiram cukup khawatir akan regenerasi para pengikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar